Divisi Perbaikan Bumi — Yayasan SALAKHA
Proposal Program

DIVISI
PERBAIKAN BUMI

Yayasan SALAKHA — Selaras Alam Khatulistiwa

“Merawat Bumi, Memulihkan Alam, Menghidupkan Masyarakat”

Gerakan

Satu Kelompok Menjaga Satu Kawasan

Slogan

Tanam, Rawat, Hidupkan, Sejahterakan.

Bukan Sekadar Penghijauan

1 Edukasi & kesadaran
2 Pembentukan kelompok
3 Pembibitan
4 Penanaman & pemeliharaan
5 Pakan ternak
6 Budidaya lebah
7 Ekonomi masyarakat

Narasumber Sosialisasi

Bapak Eddy Sugiarto

Identitas Gerakan

“Perbaiki yang Rusak, Rawat yang Tersisa, Tanam untuk Masa Depan.”

Prinsip

Sadar → Peduli → Bertindak → Merawat → Menghidupkan → Mensejahterakan

Indikator Keberhasilan

Bukan “berapa yang ditanam”, tetapi “berapa yang hidup setelah 1 tahun?”

Dokumentasi Lapangan

Perbaikan Bumi
dalam Aksi

Cuplikan nyata langkah Divisi Perbaikan Bumi SALAKHA bersama masyarakat — dari sosialisasi dan penguatan kesadaran, sampai aksi di lapangan.

  • Sosialisasi & edukasi peduli bumi
  • Pembentukan Kelompok Peduli Lingkungan
  • Aksi lapangan: bibit, tanam, dan rawat
Buka di Google Drive

Video vertikal — diputar langsung dari Google Drive

I

Latar Belakang

Bumi merupakan tempat kehidupan seluruh makhluk. Namun aktivitas manusia telah menyebabkan perubahan dan kerusakan lingkungan yang menuntut gerakan nyata, bukan seremonial.

Dalam perkembangan kehidupan manusia, berbagai aktivitas telah menyebabkan perubahan dan kerusakan lingkungan: mulai dari berkurangnya tutupan pohon, kerusakan tanah, pencemaran air, hilangnya habitat, hingga pemanfaatan lahan yang tidak diikuti dengan pemulihan ekosistem.

Kerusakan lingkungan tidak hanya berdampak pada alam. Dalam jangka panjang, dampaknya dirasakan masyarakat melalui berkurangnya kualitas air, menurunnya produktivitas tanah, meningkatnya risiko bencana, berkurangnya keanekaragaman hayati, serta semakin sulitnya memperoleh sumber daya alam yang berkualitas.

Karena itu, diperlukan gerakan yang tidak berhenti pada kegiatan seremonial seperti penanaman pohon, tetapi membangun kesadaran, pengetahuan, keterampilan, kelembagaan masyarakat, dan kegiatan produktif yang berjalan secara berkelanjutan.

Yayasan SALAKHA memandang perbaikan bumi sebagai tanggung jawab bersama. Oleh karena itu SALAKHA menggagas pembentukan Divisi Perbaikan Bumi sebagai wadah yang secara khusus mengembangkan program kepedulian, pemulihan, perlindungan, dan pemanfaatan lingkungan secara berkelanjutan.

Sebagai langkah awal, program diawali dengan sosialisasi dan penguatan kesadaran masyarakat bersama Bapak Eddy Sugiarto, yang kemudian dilanjutkan dengan pembentukan Kelompok Peduli Lingkungan.

Ujung tombak pelaksanaan program di lapangan

Pembibitan pohon
Penanaman & pemeliharaan pohon
Pemulihan lahan
Pengembangan tanaman pakan ternak
Peternakan berbasis hijauan
Budidaya lebah
Tanaman pendukung ekosistem lebah
Edukasi lingkungan
Pengembangan ekonomi masyarakat berbasis lingkungan

Dengan pendekatan tersebut, perbaikan bumi diharapkan menjadi gerakan sosial sekaligus gerakan ekonomi masyarakat.

II — NAMA PROGRAM

DIVISI PERBAIKAN BUMI SALAKHA

Dengan gerakan:

“Satu Kelompok Menjaga Satu Kawasan”

dan slogan:

“Tanam, Rawat, Hidupkan, Sejahterakan.”

III — PENYELENGGARA

Yayasan SALAKHA

Selaras Alam Khatulistiwa

Divisi: Divisi Perbaikan Bumi

Divisi ini menjadi unit khusus yang bertanggung jawab merancang, mengembangkan, mengoordinasikan, dan mengevaluasi seluruh program pemulihan lingkungan SALAKHA.

IV & V

Visi & Misi

VISI

“Terwujudnya masyarakat yang peduli, mampu, dan aktif memperbaiki bumi melalui pemulihan ekosistem dan pengembangan ekonomi yang selaras dengan alam.”

MISI — 10 LANGKAH

  1. 01Membangun kesadaran masyarakat mengenai kondisi dan kerusakan lingkungan.
  2. 02Membentuk kelompok masyarakat yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
  3. 03Mengembangkan pusat pembibitan tanaman.
  4. 04Melakukan penghijauan dan pemulihan lahan.
  5. 05Mengembangkan tanaman pakan ternak.
  6. 06Mengembangkan ekosistem lebah dan tanaman sumber pakan lebah.
  7. 07Mengembangkan kegiatan produktif masyarakat berbasis lingkungan.
  8. 08Membangun jaringan relawan dan komunitas peduli lingkungan.
  9. 09Mengembangkan edukasi lingkungan bagi sekolah, pesantren, masyarakat, dan komunitas.
  10. 10Membangun model perbaikan lahan yang dapat direplikasi di berbagai wilayah.

VI

Tujuan Program

Tujuan Umum: membangun gerakan masyarakat untuk memperbaiki kondisi bumi yang telah mengalami kerusakan melalui kegiatan ekologis, edukatif, sosial, dan ekonomi yang berkelanjutan.

Tujuan Khusus

Meningkatkan kepedulian masyarakat
Menghasilkan bibit tanaman
Meningkatkan jumlah pohon ditanam & dirawat
Memperbaiki kualitas lahan
Menyediakan sumber pakan ternak
Menciptakan habitat & pakan lebah
Mengembangkan budidaya lebah
Membentuk kelompok lingkungan
Menciptakan aktivitas ekonomi masyarakat
Membangun data & dokumentasi lingkungan
Menciptakan model rehabilitasi lahan yang dapat diterapkan di wilayah lain

VII — KONSEP BESAR PROGRAM

Bukan “Tanam Pohon Lalu Selesai”

Divisi Perbaikan Bumi menggunakan satu siklus yang berputar terus, dari kesadaran sampai kemandirian.

SADAR BENTUK BIBIT TANAM RAWAT PRODUKTIF BERKEMBANG
1

SADAR

Masyarakat memahami kondisi bumi dan kerusakan lingkungan.

2

BENTUK

Membentuk Kelompok Peduli Lingkungan.

3

BIBIT

Kelompok membuat persemaian dan memproduksi bibit.

4

TANAM

Bibit ditanam pada lokasi yang membutuhkan pemulihan.

5

RAWAT

Pohon dipelihara sampai tumbuh.

6

PRODUKTIF

Lahan mulai menghasilkan manfaat ekologis dan ekonomi.

7

BERKEMBANG

Kelompok mampu membiayai dan mengembangkan program secara mandiri — siklus berputar kembali menjadi kesadaran baru bagi masyarakat lain.

VIII — XIII

6 Program Utama

Enam program yang saling menopang: dari kesadaran, kelompok, bibit, pohon, pakan ternak, sampai lebah.

PROGRAM 1

Sosialisasi “Peduli Bumi”

Narasumber utama:
Bapak Eddy Sugiarto

Materi sosialisasi diarahkan pada kesadaran bahwa manusia bukan hanya pengguna bumi, tetapi memiliki tanggung jawab untuk memperbaiki kerusakan yang telah terjadi.

Materi

  1. 1.Kondisi bumi hari ini
  2. 2.Dampak kerusakan lingkungan
  3. 3.Kerusakan tanah dan vegetasi
  4. 4.Pentingnya pohon
  5. 5.Pentingnya air
  6. 6.Keanekaragaman hayati
  7. 7.Hubungan lingkungan dengan kehidupan masyarakat
  8. 8.Peran masyarakat dalam pemulihan lingkungan
  9. 9.Dari tanam pohon menuju gerakan perbaikan bumi
  10. 10.Membangun kelompok peduli lingkungan

Output

1 kegiatan sosialisasi → lahirnya kelompok-kelompok peduli lingkungan.

PROGRAM 2

Kelompok Peduli Lingkungan

Setelah sosialisasi, peserta diarahkan membentuk Kelompok Peduli Lingkungan SALAKHA.

Prinsip: satu kelompok tidak hanya menanam, tetapi bertanggung jawab terhadap pohon yang ditanamnya.

Setiap kelompok idealnya memiliki

Ketua
Sekretaris
Bendahara
Koord. Pembibitan
Koord. Penanaman
Koord. Pemeliharaan
Koord. Pakan Ternak
Koord. Lebah
Koord. Edukasi

PROGRAM 3

Pusat Pembibitan SALAKHA

Pembibitan menjadi salah satu program inti. Jenis tanaman ditentukan berdasarkan kondisi tanah, ketinggian, curah hujan, fungsi lahan, dan ekosistem setempat — bukan sekadar karena tanaman tersebut populer.

A. Tanaman penghijauan

Sengon Jabon Trembesi Mahoni Bambu Tanaman lokal lainnya

B. Tanaman buah

Mangga Durian Rambutan Nangka Jambu Alpukat

C. Tanaman ekologis

Penahan erosi Tanaman konservasi Penyubur tanah

D. Tanaman pakan lebah

Kaliandra Bunga matahari Tanaman berbunga lokal Sesuai kondisi wilayah

PROGRAM 4

Gerakan Tanam & Rawat Pohon

Program “1 Orang 1 Pohon” dapat dikembangkan menjadi “1 Kelompok 1 Kawasan”.

Indikator yang bermakna

Bukan hanya “sudah menanam 10.000 pohon”, tetapi “berapa yang hidup setelah 1 tahun?”

Setiap pohon diberi data

Nomor pohon
Jenis
Lokasi
Tanggal tanam
Kelompok penanam
Kondisi pertumbuhan

Hasil

DATABASE POHON SALAKHA

PROGRAM 5

Rumput & Pakan Ternak

Lahan tertentu dapat dikembangkan sebagai Kebun Pakan Ternak. Program ini membuat penghijauan mempunyai nilai ekonomi langsung tanpa harus menjadikan seluruh lahan sebagai tanaman komersial.

Contoh tanaman pakan yang dapat dikaji

Rumput odot Rumput gajah Setaria Leguminosa pakan Hijauan lokal yang sesuai
Perbaikan lahan
Hijauan tumbuh
Pakan ternak tersedia
Peternakan berkembang
Pendapatan masyarakat meningkat

PROGRAM 6

Program Lebah SALAKHA

Program lebah dirancang bukan hanya untuk menghasilkan madu, tetapi membangun ekosistem penyerbuk.

Pengembangan

SALAKHA BEE COMMUNITY

Konsep

Tanaman berbunga
Lebah datang
Penyerbukan meningkat
Keanekaragaman hayati meningkat
Lebah dibudidayakan
Madu dan produk lebah
Pendapatan kelompok

Kegiatan

Pelatihan budidaya lebah
Pembuatan lokasi budidaya
Penanaman tanaman pakan lebah
Pemeliharaan koloni
Pengolahan produk
Pemasaran
Edukasi lebah dan ekosistem

XIV — MODEL INTEGRASI

Satu Sistem, Banyak Manfaat

Keunggulan program SALAKHA dibangun melalui integrasi antar-elemen ekologis dan ekonomi.

PERBAIKAN BUMI
POHON
AIR
TANAH
KEANEKARAGAMAN

LEBAH

TANAMAN BUNGA

TERNAK

HIJAUAN
EKONOMI LOKAL
MASYARAKAT MANDIRI

XV — KHUSUS

Lahan Bekas Tambang

Program ini sangat relevan apabila SALAKHA ingin masuk ke program pemulihan lahan bekas tambang di Rumpin.

Catatan penting

Namun pendekatannya harus bertahap — tidak bisa langsung menanam skala besar.

1

Tahap 1 — Assessment

Pemetaan lahan Status kepemilikan Status izin Kondisi tanah Kualitas air Kondisi lereng Topografi Vegetasi
2

Tahap 2 — Pilot Area

Misalnya 1–5 hektare sebagai kawasan percontohan.

3

Tahap 3 — Restorasi

Perbaikan tanah Tanaman pionir Tanaman konservasi Tanaman produktif Rumput pakan Tanaman pakan lebah
4

Tahap 4 — Ekonomi

Pembibitan Lebah Pakan ternak Buah Edukasi lingkungan
5

Tahap 5 — Eduwisata

Setelah kondisi ekologis dan keselamatan memenuhi persyaratan, kawasan dapat dikembangkan sebagai:

SALAKHA ECO LEARNING CENTER

XVI — TAHAPAN PELAKSANAAN

Peta Jalan 12 Bulan Pertama

Tiga fase: membangun kesadaran → membangun kemampuan → gerakan perbaikan bumi.

FASE 1 · 0–3 BULAN

MEMBANGUN KESADARAN

Kegiatan

  • Sosialisasi Bapak Eddy Sugiarto
  • Seminar
  • Diskusi lingkungan
  • Pembentukan kelompok
  • Pemetaan calon anggota
  • Identifikasi lokasi

Output

Kelompok Peduli Lingkungan SALAKHA terbentuk.

FASE 2 · 4–6 BULAN

MEMBANGUN KEMAMPUAN

Kegiatan

  • Pelatihan pembibitan
  • Pembuatan persemaian
  • Pelatihan penanaman
  • Pelatihan pemeliharaan
  • Pelatihan pakan ternak
  • Pelatihan dasar lebah

Output

Kelompok mulai mampu menghasilkan bibit dan mengelola lahan.

FASE 3 · 7–12 BULAN

GERAKAN PERBAIKAN BUMI

Kegiatan

  • Penanaman
  • Pemeliharaan
  • Pembuatan kebun pakan
  • Penanaman tanaman pakan lebah
  • Pengembangan koloni lebah
  • Monitoring pohon

Output

Terbentuk kawasan percontohan.

XVII — TARGET TAHUN PERTAMA

Target Perencanaan Awal

Target awal dapat ditetapkan secara realistis dan kemudian disesuaikan dengan kapasitas pendanaan.

4

Kegiatan sosialisasi

10

Kelompok Peduli Lingkungan

200

Anggota

2

Lokasi persemaian

20.000

Bibit diproduksi

10.000

Pohon ditanam

≥80%

Tingkat hidup pohon

2

Lokasi kebun pakan ternak

3

Kelompok lebah

Target tersebut sebaiknya diperlakukan sebagai target perencanaan awal, bukan angka yang harus dipaksakan sebelum kapasitas lahan, SDM, dan pendanaan dihitung.

XVIII — STRUKTUR

Struktur Divisi Perbaikan Bumi

Pembina

Pengurus Yayasan SALAKHA

Penanggung Jawab

Ketua Yayasan

Kepala Divisi

Kepala Divisi Perbaikan Bumi

Membawahi 8 Bidang

Bidang Edukasi & Kampanye

Bidang Pembibitan

Bidang Rehabilitasi Lahan

Bidang Pakan Ternak

Bidang Lebah & Biodiversitas

Bidang Kelompok Masyarakat

Bidang Data & Monitoring

Bidang Kemitraan & Fundraising

XIX — SISTEM MONITORING

“Tidak cukup menghitung pohon yang ditanam.”

Indikator yang dipantau:

Jumlah bibit Jumlah pohon ditanam Survival rate Pertumbuhan Luas lahan dipulihkan Kondisi tanah Kondisi air Jumlah kelompok aktif Jumlah anggota Produksi pakan Jumlah koloni lebah Produksi madu / produk lebah Pendapatan kelompok

Dengan demikian program dapat menunjukkan dampak nyata, bukan hanya jumlah kegiatan.

XX — SUMBER PENDANAAN

12 Pintu Pendanaan

01Dana Yayasan SALAKHA
02Donasi masyarakat
03CSR perusahaan
04Kemitraan pemerintah
05Hibah lingkungan
06Donasi individu
07Kemitraan perguruan tinggi
08Kemitraan sekolah & pesantren
09Program tanggung jawab sosial perusahaan
10Penjualan bibit
11Produk lebah
12Produk hasil kelompok

Prinsip

Dana sosial membangun ekosistem; kegiatan produktif membantu menjaga keberlanjutannya.

XXI — DAMPAK YANG DIHARAPKAN

Empat Lapis Dampak

Dampak Ekologis

  • Meningkatnya tutupan vegetasi
  • Pemulihan lahan
  • Meningkatnya keanekaragaman hayati
  • Meningkatnya habitat penyerbuk
  • Konservasi tanah dan air

Dampak Sosial

  • Meningkatnya kesadaran masyarakat
  • Terbentuknya kelompok lingkungan
  • Meningkatnya gotong royong
  • Munculnya kader lingkungan

Dampak Ekonomi

  • Usaha pembibitan
  • Usaha pakan ternak
  • Peternakan
  • Budidaya lebah
  • Produk madu
  • Ekonomi berbasis lingkungan

Dampak Pendidikan

Munculnya laboratorium alam untuk:

  • Sekolah
  • Pesantren
  • Mahasiswa
  • Komunitas
  • Masyarakat

XXII & XXIII

Penutup

Divisi Perbaikan Bumi Yayasan SALAKHA diharapkan menjadi sebuah gerakan yang mampu mempertemukan kepedulian terhadap lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat.

Perbaikan bumi tidak dapat dilakukan oleh satu orang, satu lembaga, ataupun satu kegiatan. Ia membutuhkan kesadaran yang tumbuh menjadi gerakan, gerakan yang terorganisasi menjadi kelompok, dan kelompok yang mampu menjaga keberlanjutan program.

Melalui sosialisasi bersama Bapak Eddy Sugiarto, pembentukan Kelompok Peduli Lingkungan, pembibitan, penanaman pohon, pengembangan pakan ternak, budidaya lebah, serta pemulihan lahan, Yayasan SALAKHA ingin membangun sebuah model sederhana namun berkelanjutan:

“Bukan hanya menanam pohon, tetapi membangun manusia yang mau merawat bumi.”

Pada akhirnya, keberhasilan program bukan hanya diukur dari berapa banyak pohon yang ditanam, tetapi dari berapa banyak tanah yang kembali hidup, air yang kembali terjaga, keanekaragaman hayati yang kembali tumbuh, masyarakat yang semakin peduli, dan generasi berikutnya yang masih memiliki bumi yang layak dihuni.

Yayasan SALAKHA

Selaras Alam Khatulistiwa

DIVISI PERBAIKAN BUMI

Mari Bergerak Bersama

Bergabung sebagai anggota Kelompok Peduli Lingkungan, mitra CSR/ESG, atau pendukung program. Satu kelompok menjaga satu kawasan.

Kantor: Jl. Raya Muchtar No. 74, Sawangan, Depok, Jawa Barat