Yayasan SALAKHA — Selaras Alam Khatulistiwa
“Merawat Bumi, Memulihkan Alam, Menghidupkan Masyarakat”
Gerakan
Satu Kelompok Menjaga Satu Kawasan
Slogan
Tanam, Rawat, Hidupkan, Sejahterakan.
Bukan Sekadar Penghijauan
Narasumber Sosialisasi
Bapak Eddy Sugiarto
Identitas Gerakan
“Perbaiki yang Rusak, Rawat yang Tersisa, Tanam untuk Masa Depan.”
Prinsip
Sadar → Peduli → Bertindak → Merawat → Menghidupkan → Mensejahterakan
Indikator Keberhasilan
Bukan “berapa yang ditanam”, tetapi “berapa yang hidup setelah 1 tahun?”
Cuplikan nyata langkah Divisi Perbaikan Bumi SALAKHA bersama masyarakat — dari sosialisasi dan penguatan kesadaran, sampai aksi di lapangan.
Video vertikal — diputar langsung dari Google Drive
I
Bumi merupakan tempat kehidupan seluruh makhluk. Namun aktivitas manusia telah menyebabkan perubahan dan kerusakan lingkungan yang menuntut gerakan nyata, bukan seremonial.
Dalam perkembangan kehidupan manusia, berbagai aktivitas telah menyebabkan perubahan dan kerusakan lingkungan: mulai dari berkurangnya tutupan pohon, kerusakan tanah, pencemaran air, hilangnya habitat, hingga pemanfaatan lahan yang tidak diikuti dengan pemulihan ekosistem.
Kerusakan lingkungan tidak hanya berdampak pada alam. Dalam jangka panjang, dampaknya dirasakan masyarakat melalui berkurangnya kualitas air, menurunnya produktivitas tanah, meningkatnya risiko bencana, berkurangnya keanekaragaman hayati, serta semakin sulitnya memperoleh sumber daya alam yang berkualitas.
Karena itu, diperlukan gerakan yang tidak berhenti pada kegiatan seremonial seperti penanaman pohon, tetapi membangun kesadaran, pengetahuan, keterampilan, kelembagaan masyarakat, dan kegiatan produktif yang berjalan secara berkelanjutan.
Yayasan SALAKHA memandang perbaikan bumi sebagai tanggung jawab bersama. Oleh karena itu SALAKHA menggagas pembentukan Divisi Perbaikan Bumi sebagai wadah yang secara khusus mengembangkan program kepedulian, pemulihan, perlindungan, dan pemanfaatan lingkungan secara berkelanjutan.
Sebagai langkah awal, program diawali dengan sosialisasi dan penguatan kesadaran masyarakat bersama Bapak Eddy Sugiarto, yang kemudian dilanjutkan dengan pembentukan Kelompok Peduli Lingkungan.
Ujung tombak pelaksanaan program di lapangan
Dengan pendekatan tersebut, perbaikan bumi diharapkan menjadi gerakan sosial sekaligus gerakan ekonomi masyarakat.
II — NAMA PROGRAM
Dengan gerakan:
“Satu Kelompok Menjaga Satu Kawasan”
dan slogan:
“Tanam, Rawat, Hidupkan, Sejahterakan.”
III — PENYELENGGARA
Selaras Alam Khatulistiwa
Divisi: Divisi Perbaikan Bumi
Divisi ini menjadi unit khusus yang bertanggung jawab merancang, mengembangkan, mengoordinasikan, dan mengevaluasi seluruh program pemulihan lingkungan SALAKHA.
IV & V
VISI
“Terwujudnya masyarakat yang peduli, mampu, dan aktif memperbaiki bumi melalui pemulihan ekosistem dan pengembangan ekonomi yang selaras dengan alam.”
MISI — 10 LANGKAH
VI
Tujuan Umum: membangun gerakan masyarakat untuk memperbaiki kondisi bumi yang telah mengalami kerusakan melalui kegiatan ekologis, edukatif, sosial, dan ekonomi yang berkelanjutan.
Tujuan Khusus
VII — KONSEP BESAR PROGRAM
Divisi Perbaikan Bumi menggunakan satu siklus yang berputar terus, dari kesadaran sampai kemandirian.
Masyarakat memahami kondisi bumi dan kerusakan lingkungan.
Membentuk Kelompok Peduli Lingkungan.
Kelompok membuat persemaian dan memproduksi bibit.
Bibit ditanam pada lokasi yang membutuhkan pemulihan.
Pohon dipelihara sampai tumbuh.
Lahan mulai menghasilkan manfaat ekologis dan ekonomi.
Kelompok mampu membiayai dan mengembangkan program secara mandiri — siklus berputar kembali menjadi kesadaran baru bagi masyarakat lain.
VIII — XIII
Enam program yang saling menopang: dari kesadaran, kelompok, bibit, pohon, pakan ternak, sampai lebah.
PROGRAM 1
Narasumber utama:
Bapak Eddy Sugiarto
Materi sosialisasi diarahkan pada kesadaran bahwa manusia bukan hanya pengguna bumi, tetapi memiliki tanggung jawab untuk memperbaiki kerusakan yang telah terjadi.
Materi
Output
1 kegiatan sosialisasi → lahirnya kelompok-kelompok peduli lingkungan.
PROGRAM 2
Setelah sosialisasi, peserta diarahkan membentuk Kelompok Peduli Lingkungan SALAKHA.
Prinsip: satu kelompok tidak hanya menanam, tetapi bertanggung jawab terhadap pohon yang ditanamnya.
Setiap kelompok idealnya memiliki
PROGRAM 3
Pembibitan menjadi salah satu program inti. Jenis tanaman ditentukan berdasarkan kondisi tanah, ketinggian, curah hujan, fungsi lahan, dan ekosistem setempat — bukan sekadar karena tanaman tersebut populer.
A. Tanaman penghijauan
B. Tanaman buah
C. Tanaman ekologis
D. Tanaman pakan lebah
PROGRAM 4
Program “1 Orang 1 Pohon” dapat dikembangkan menjadi “1 Kelompok 1 Kawasan”.
Indikator yang bermakna
Bukan hanya “sudah menanam 10.000 pohon”, tetapi “berapa yang hidup setelah 1 tahun?”
Setiap pohon diberi data
Hasil
DATABASE POHON SALAKHA
PROGRAM 5
Lahan tertentu dapat dikembangkan sebagai Kebun Pakan Ternak. Program ini membuat penghijauan mempunyai nilai ekonomi langsung tanpa harus menjadikan seluruh lahan sebagai tanaman komersial.
Contoh tanaman pakan yang dapat dikaji
PROGRAM 6
Program lebah dirancang bukan hanya untuk menghasilkan madu, tetapi membangun ekosistem penyerbuk.
Pengembangan
SALAKHA BEE COMMUNITY
Konsep
Kegiatan
XIV — MODEL INTEGRASI
Keunggulan program SALAKHA dibangun melalui integrasi antar-elemen ekologis dan ekonomi.
LEBAH
TERNAK
XV — KHUSUS
Program ini sangat relevan apabila SALAKHA ingin masuk ke program pemulihan lahan bekas tambang di Rumpin.
Catatan penting
Namun pendekatannya harus bertahap — tidak bisa langsung menanam skala besar.
Misalnya 1–5 hektare sebagai kawasan percontohan.
Setelah kondisi ekologis dan keselamatan memenuhi persyaratan, kawasan dapat dikembangkan sebagai:
SALAKHA ECO LEARNING CENTER
XVI — TAHAPAN PELAKSANAAN
Tiga fase: membangun kesadaran → membangun kemampuan → gerakan perbaikan bumi.
Kegiatan
Output
Kelompok Peduli Lingkungan SALAKHA terbentuk.
Kegiatan
Output
Kelompok mulai mampu menghasilkan bibit dan mengelola lahan.
Kegiatan
Output
Terbentuk kawasan percontohan.
XVII — TARGET TAHUN PERTAMA
Target awal dapat ditetapkan secara realistis dan kemudian disesuaikan dengan kapasitas pendanaan.
4
Kegiatan sosialisasi
10
Kelompok Peduli Lingkungan
200
Anggota
2
Lokasi persemaian
20.000
Bibit diproduksi
10.000
Pohon ditanam
≥80%
Tingkat hidup pohon
2
Lokasi kebun pakan ternak
3
Kelompok lebah
Target tersebut sebaiknya diperlakukan sebagai target perencanaan awal, bukan angka yang harus dipaksakan sebelum kapasitas lahan, SDM, dan pendanaan dihitung.
XVIII — STRUKTUR
Pembina
Pengurus Yayasan SALAKHA
Penanggung Jawab
Ketua Yayasan
Kepala Divisi
Kepala Divisi Perbaikan Bumi
Membawahi 8 Bidang
Bidang Edukasi & Kampanye
Bidang Pembibitan
Bidang Rehabilitasi Lahan
Bidang Pakan Ternak
Bidang Lebah & Biodiversitas
Bidang Kelompok Masyarakat
Bidang Data & Monitoring
Bidang Kemitraan & Fundraising
XIX — SISTEM MONITORING
Indikator yang dipantau:
Dengan demikian program dapat menunjukkan dampak nyata, bukan hanya jumlah kegiatan.
XX — SUMBER PENDANAAN
Prinsip
Dana sosial membangun ekosistem; kegiatan produktif membantu menjaga keberlanjutannya.
XXI — DAMPAK YANG DIHARAPKAN
Munculnya laboratorium alam untuk:
XXII & XXIII
Divisi Perbaikan Bumi Yayasan SALAKHA diharapkan menjadi sebuah gerakan yang mampu mempertemukan kepedulian terhadap lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat.
Perbaikan bumi tidak dapat dilakukan oleh satu orang, satu lembaga, ataupun satu kegiatan. Ia membutuhkan kesadaran yang tumbuh menjadi gerakan, gerakan yang terorganisasi menjadi kelompok, dan kelompok yang mampu menjaga keberlanjutan program.
Melalui sosialisasi bersama Bapak Eddy Sugiarto, pembentukan Kelompok Peduli Lingkungan, pembibitan, penanaman pohon, pengembangan pakan ternak, budidaya lebah, serta pemulihan lahan, Yayasan SALAKHA ingin membangun sebuah model sederhana namun berkelanjutan:
“Bukan hanya menanam pohon, tetapi membangun manusia yang mau merawat bumi.”
Pada akhirnya, keberhasilan program bukan hanya diukur dari berapa banyak pohon yang ditanam, tetapi dari berapa banyak tanah yang kembali hidup, air yang kembali terjaga, keanekaragaman hayati yang kembali tumbuh, masyarakat yang semakin peduli, dan generasi berikutnya yang masih memiliki bumi yang layak dihuni.
Yayasan SALAKHA
Selaras Alam Khatulistiwa
DIVISI PERBAIKAN BUMI
Bergabung sebagai anggota Kelompok Peduli Lingkungan, mitra CSR/ESG, atau pendukung program. Satu kelompok menjaga satu kawasan.
Kantor: Jl. Raya Muchtar No. 74, Sawangan, Depok, Jawa Barat